Mengentas Buta Konservasi

logo

Pontianak Post, Senin 23 Maret 2009

Hutan hujan tropis dan berbagai tipe ekosistem lain yang ada di Indonesia menyimpan berbagai jenis hayati yang unik dan mengagumkan, termasuk didalamnya kelompok tumbuhan. Rafflesia spp, kantong semar (Nepenthes spp), anggrek hitam (Coelogyne pandurata), bunga bangkai (Amorphophallus spp) termasuk jenis-jenis flora unik yang mendiami sejumlah areal hutan tropis di Indonesia. Keberadaan berbagai jenis tumbuhan yang ada dalam dua dekade terakhir menghadapi ancaman dan tekanan yang serius mulai dari pengrusakan habitat sampai pengambilan secara tidak sah dan diikuti dengan perdagangan yang tidak terkendali. Jika tekanan ini terus berlanjut dan upaya untuk konservasi tumbuhan tidak maksimal, bukan tidak mungkin sebagian jenis-jenis flora unik tersebut akan punah di habitat alaminya.

Lemahnya upaya konservasi tumbuhan dilindungi disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, tanpa kita sadari selama ini telah terbentuk persepsi bahwa tingkat kepentingan konservasi tumbuhan dilindungi tidak setara dengan konservasi satwa dilindungi. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi karena sekecil apapun jenis tumbuhan itu sejatinya mereka memiliki hak untuk hidup yang sama dengan jenis hayati lainnya. Oleh karena itu, persepsi tersebut harus diubah sehingga dapat memotivasi semua pihak untuk memberikan dukungan bagi konservasi tumbuhan dilindungi. Kedua, pengawasan dan penertiban terhadap peredaran tumbuhan dilindungi tergolong masih minim. Pengambilan secara tidak sah di kawasan konservasi dan perdagangan kantong semar adalah contoh yang sangat nyata. Eksploitasi kantong semar klipeata (Nepenthes clipeata) dari Kabupaten Sintang, misalnya, telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Tanpa upaya perlindungan yang maksimal, dalam beberapa tahun ke depan kantong semar ini akan punah. Untuk itu, upaya pengawasan dan pengendalian peredaran tumbuhan dilindungi mutlak diperlukan.

Ketiga, rendahnya kesadartahuan masyarakat tentang konservasi tumbuhan dilindungi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan keberadaan tumbuhan dilindungi di habitat alaminya semakin terdesak. Untuk menyikapi hal ini, peran para pemerhati dan penggiat konservasi alam dalam upaya peningkatan kesadartahuan masyarakat sangat diharapkan guna mengentas “buta konservasi” di tengah-tengah masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s